Kerja Keras
Dengan kerja keras anda dapat melakukan lebih banyak dari pada mereka yang malas
Agama apaun pasti menganjurkan penganutnya untuk selalu kerja keras dan melarang berleha-leha. Kerja keras oleh masyarakat dinilai sebagai kebaikan. Dinilai baik bukan karena kerja keras dapat pahala atau diperintahkan agama. Tapi lebih karena bermalas-malas merupakan perbuatan menyia-nyiakan potensi manusia. Sementara kerja keras adalah upaya memaksimalkan dan memanfaatkan potensi yang ada pada manusia guna kehidupan yang lebih abik dan bermanfaat untuk sesama. Menyia-nyiakan potensi sama halnya dengan menghambur-hamburkan kekayaan, kekuatan dan kelebihan yang ada pada diri manusia pada sesuatu yang tidak berguna.
Menyia-nyaikan artinya membuang dan mengenyahkan potensi baik menjadi sampah yang tak berguna. Sampah hanya akan menjadi penyakit yang pada akhirnya merugikan menusia itu sendiri. Sedangkan kerja keras adalah usaha dan upaya memenfaatkan kekuatan agar lebih maksimal masnfaat dan kegunaannya utama buat orang lain. Bahkan sampah sekalipun yang sudah jelas-jelas buruk akan menjadi potensi baik jika diupayakan dengan sungguh-sungguh untuk menjadi sesuatu yang baik dan bermanfaat.
Potensi manusia yang diberikan Tuhan sangat benyak warnanya. Bisa berupa kesempatan, kekuatan tenaga, pikiran, kecerdasan otak, dan lain sebagainya, yang intinya berupa apa saja yang melekat pada diri manusia. Potensi-potensi tersebut hanya akan berkembang dan tumbuh dengan baik jika ada upaya dari dalam diri manusia itu sendiri untuk memanfaatkannya lebih banyak agar bernilai lebih.
Dalam situasi dan kondisi kehidupan mansuia yang sangat kompleks tentu maslah yang dihadapinya pun sangat. Mulai dari masalah pribadi, social, politik, hokum dan budaya dan ekonomi. Masalah-masalah tersebut timbul akibat dari tidak berjalannya potensi yang ada dengan baik. Justru malah sebaliknya potensi baiknya tidak berkembang atau sengaja tidak dikembangakn yang pada ujung-unjungnya menjadi masalah bersama.
Pada sebagian orang ada mendapatkan masalah dibidang ekonomi, sementara pada sebagian yang lain ada yang mendapatkan masalah hokum, kejiwaan, dan lain sebagainya. Sementara sebagian yang lain pula ada yang memiliki kelebihan ekonomi, kekuasaan, kesempatan lebih ketimbang yang lain dan seterusnya. Pada sisi itulah kerja memiliki arti pentingnya. Kerja keras dibidang ekonomi misalnya, lagi-lagi bukan untuk memperkaya diri tapi untuk membantu mereka yang memiliki keterbatan ekonomi, demikian juga orang yang memiliki kelebihan pengetahuan karena potensi kecerdasannya yang maksimal, bukan untuk merekayasa alam yang membuat kerusakan tapi untuk menutupi lobang bagi mereka yang memiliki kekurangan pengetahuan, demikianlah seterusnya.
Dengan kerja keras orang memiliki kesempatan lebih banyak untuk membantu mereka yang lemah. Sementara bermalas-malas dan berleha-leha hanya akan menjadi beban orang lain bahkan menrugikan orang banyak. Disitulah mengapa bermalas-malas menjadi tidak terpunji dan harus dihindari. Mengisi kehidupan akan penuh arti jika diisi dengan kesungguhan dan kerja keras. Sedangkan berlamas-malas hanya akan menghilangkan makna dan kesejatian manusia. Maka penting artinya mengembangkan setiap potensi yang melekat pada diri mansia dengan kerja keras, karena pada hakikatnya tidak ada manusia yang mampu mengembangkan seluruh potensi yang melekat padanya. Oleh sebab itu setiap individu menjadi wajib hukumnya mengembangkan potensinya masing-msing dengan penuh kesungguhan untuk menambal dan saling menutupi potensi yang tidak berkembang pada inndividu lainnya. Wallahu alam bissawab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menjalani dan Menghayati
Ainul Yakin* “Karena sudah terbiasa, seringkali kita tidak sempat menghayati yang dijalani. Akibatnya tidak sempat pula menikmatinya....
-
Ainul Yakin* “Karena sudah terbiasa, seringkali kita tidak sempat menghayati yang dijalani. Akibatnya tidak sempat pula menikmatinya....
-
Jabatan Sebagai Amanah Oleh: Ainul Yakin Pada hakikatnya jabatan itu adalah amanah (titipan) dari Allah SWT. Titipan artinya adalah ...
-
Probolinggo, 25 Januari 2018 Catatan Hitam Pendidikan Kita Ainul Yakin* Kamis (1/2/2018) kemarin, kita dikejutkan kembali dengan ke...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar